Spiga

Showing posts with label Health. Show all posts
Showing posts with label Health. Show all posts

Aluminium Chlorhydraat Dalam Deodorants

Email forward lagi

Artikel ini saya terima dari seorang teman di Belanda, yang mendapatkannya dari seorang temannya yang masih kuliah dan bekerja di salah satu rumah sakit di Rotterdam/Belanda. Artikel ini saya terjemahkan dari bhs Belanda kedalam bhs. Indonesia, krn saya berpendapat, bahwa banyak orang di Indonesia perlu membaca ini.

Aluminium Chlorhydraat Dalam Deodorants

Aluminium Chlorhydraat, untuk selanjutnya saya singkat menjadi AC. AC terdapat dalam Nivea Deodorant sensitive without alcohol dan juga dalam Dove Deodorant Silk Dry (tutup emas), tidak didalam Dove fresh touch.

Baru2 ini saya menghadiri sebuah seminar tentang kanker payudara. Waktu session tanya-jawab, saya mengajukan pertanyaan ttg. mengapa bagian ketiak adalah tempat dimana paling sering perkembangan kanker payudara terjadi.

Waktu itu pertanyaan saya tidak bisa dijawab. Selang beberapa waktu, saya menerima pos, dimana ada keterangan/jawaban atas pertanyaan saya tsb. diatas. Keterangan atau jawaban tsb. ingin saya informasikan kepada anda semua.

Penyebab utama untuk kanker payudara adalah karena pemakaian produk2 ANTI-TRANSPIRANTEN (= anti keringat).

Kebanyakan produk yang ada dipasaran merupakan kombinasi dari anti-keringat dan deodorant.

Produk Deodorant sendiri tidak berbahaya.

Mohon periksa bahan2 apa saja yang tertera dikemasan produk2 deodorant anti-keringat anda dirumah! Bila mereka mengandung AC, SEGERA BUANGLAH, a.l. Rexona dan Dove Deodorant.

Coba menggunakan merk2 lain yang tidak mengandung bahan AC ini.

Alasannya adalah sederhana:

Hanya beberapa bagian dari tubuh kita yang dapat mengeleminasi zat2 racun, yaitu bag. belakang lutut, belakang kuping, diantara kaki dan ketiak. Zat2 racun ini dikeluarkan dalam bentuk keringat.

Produk2 anti-keringat mencegah keringat keluar. Dengan menggunakan deodorant anti-keringat, zat2 racun tadi tidak bisa dikeluarkan dari dalam tubuh, melainkan tertumpuk di kelenjar getah bening dibawah lengan.

Asal kanker payudara kebanyakan ditemukan di area bagian atas payudara.

Laki2 tidak sepeka wanita terhadap type penyakit ini. Meskipun laki2 menggunakan produk2 anti-keringat, bahan2 produk ini biasanya tinggal melekat dipermukaan ketiak dan tidak langsung masuk kedalam kulit.

Kaum wanita yang setelah mencukur rambut ketiak langsung menggunakan produk anti-keringat lebih banyak risikonya, karena lewat luka2 kecil yg mungkin terjadi akibat mencukur rambut ketiak tsb., bahan2 kimia yang ada dalam produk anti-keringat bisa lebih cepat masuk kedalam tubuh.

Tolong informasikan hal ini kepada semua laki2 dan perempuan yang anda kenal. Kanker payudara kian hari mencapai jumlah yang mengkhawatirkan. Kalau lewat email kita bisa menghindari sejumlah kejadian, maka kegiatan ini tidak pernah merupakan buang waktu!

Diterjemahkan oleh : Anggraini Wahjudi, Sidoarjo, 18 Maret 2008

Five Worst Cancer - Causing Foods

Hindari makanan2 ini… Lagi2 dari email forward

Five Worst Cancer - Causing Foods

There are some foods that people who are at high risk for developing cancer should definitely avoid. Generally, says natural health researcher Mike Adams, they should avoid foods that contain ingredients known to cause cancer, such as refined sugars and grains,hydrogenated oils, and nitrates. But which foods are the absolute worst?

The top five cancer-causing foods are:

1. Hot dogs

Because they are high in nitrates,the Cancer Prevention Coalition advises that children eat no more than 12 hot dogs a month. If you can't live without hot dogs, buy those made without sodium nitrate.

2. Processed meats and bacon

Also high in the same sodium nitrates found in hot dogs, bacon, and other processed meats raise the risk of heart disease. The saturated fat in bacon also contributes to cancer.

3. Doughnuts

Doughnuts are cancer-causing double trouble. First, they are made with white flour, sugar, and hydrogenated oils, then fried at high temperatures. Doughnuts, says Adams , may be the worst food you can possibly eat to raise your risk of cancer.

4. French fries

Like doughnuts, French fries are made with hydrogenated oils and then fried at high temperatures. They also contain cancer- causing acrylamides which occur during the frying process. They should be called cancer fries, not French fries, said Adams.

5. Chips, crackers, and cookies

All are usually made with white flour and sugar. Even the ones whose labels claim to be free of trans-fats generally contain small amounts of trans-fats.

Bahaya Fluoride

Ini artikel dari email forward lagi

Bahaya Flouride

by Haroo on Sat Feb 18, 2006 6:31 pm
Prof. Albert Schatz Ph.D

(erabaru.or.id) Flouride, yang selama ini dianggap baik untuk gigi dan terdapat di dalam setiap pasta gigi, ternyata melalui berbagai penelitian terbukti menunjukkan fakta yang sebaliknya.

Sudah lama para ahli memperingatkan bahaya penggunaan Flouride yang berlebihan. Robert Carlton, Ph.D., mantan ilmuwan EPA AS di 'Marketplace' Perusahaan Broadcast Canada, pada 24 November 1992 menyebut Flouridasi sebagai kasus penipuan ilmiah terbesar di abad ini! Ia pun menunjukkan bukti-bukti bahaya flouride.

Senada dengan itu, pakar mikrobiologi Prof. Albert Schatz Ph.D. menegaskan bahwa, "Flouridasi adalah penipuan terjahat untuk mengeruk keuntungan yang pernah dilakukan dan itu menelan korban lebih banyak dari pada bentuk penipuan lainnya." Hal yang sama dikatakan, Dr. Charles Gordon Heyd, mantan Presiden Asosiasi Kesehatan Amerika, "Flouride adalah racun yang bisa menggerogoti, sehingga akan menyebabkan dampak yang serius dalam jangka panjang."

Membahayakan Kesehatan
Banyak orang yang tidak mengetahui bahwa flouride sangat esensial untuk memproduksi bom uranium dan plutonium dalam membuat senjata nuklir selama perang dingin. Ia adalah salah satu zat kimia yang dikenal paling beracun, yang muncul dari program bom atom Amerika Serikat. Isi dari tube pasta gigi yang mengandung flouride ukuran keluarga cukup untuk membunuh anak seberat 12 Kilogram.

Efek biologis penggunaan flouride seperti disebutkan dalam buku Flouride the Aging Factor karya Dr.John Yiamouyiannis antara lain: gigi keropos, kerusakan gigi (pada stadium lanjut-gigi bergaris-garis gelap terlihat seperti lubang) dan gigi tanggal, penuaan dini, aborsi spontan, tulang yang rapuh, kanker, dan kanker.

Departemen Kesehatan New Jersey AS mengkonfirmasi bahwa terjadi peningkatan 6,9 persen kasus tulang melengkung akibat kanker tulang pada anak muda yang menggunakan flouride, dan peningkatan 5 persen dalam semua jenis kanker. Dean Burk, Kepala Bagian Kimia Institut Kanker Nasional AS menunjukkan fluoride dapat menyebabkan kanker dan merupakan penyebab tercepat daripada zat kimia lain.

Selain itu, ada juga efek samping lain yakni: tidak berfungsinya Thyroid, diidentifikasi sebagai hypothyroidism; kerusakan pada sistem berpikir, kebutaan (penelitian Moolenburgh mengenai air yang ditambah 1ppm flouride) dan penyakit Alzheimer.

Penggunaan flouride juga dapaat menyebabkan kemandulan. Ilmuwan Administrasi Makanan dan Obat (FDA) telah melaporkan korelasi yang erat antara menurunnya tingkat kesuburan perempuan kelompok usia 10-49 dengan meningkatnya penggunaan flouride.

Air minum yang mengandung flouride akan menyebabkan keretakkan tulang pinggul 2 kali lipat. 200 persen) dari jumlah keretakkan tulang alami, baik pada laki-laki maupun perempuan. Bahkan tingkat yang sangat kecil dari flouride sejumlah 0,1 ppm pun tetap saja menunjukkan kenaikan angka statistik keretakkan tulang pinggul yang signifikan (Bordeaux, penelitian JAMA 1994)

Para ilmuwan EPA Washington juga mengumumkan bahwa meningkatnya jumlah orang yang memiliki gejala 'carpal-tunnel' dan sakit asam urat akibat proses flouridasi dalam air minum. Dan di India Tengah, pencemaran flouride pada air menyebabkan penderita asam urat yang serius pada jutaan orang! (Manchester Guardian 9 July 1998).

Anak-anak Terancam
Pada 1990, Dr. John Colquhoun meneliti 60.000 anak sekolah dan tidak menemukan perbedaan kerusakan pada gigi antara yang menggunakan flouride dan yang tidak, namun ditemukan sejumlah anak yang diberi flouride terkena keropos gigi (flourosis).

Flouride juga menurunkan kapasitas kecerdasan terutama pada anak-anak. Tingkat kecerdasan anak-anak yang menggunakan flouride secara signifikan lebih rendah dari pada yang tidak diberikan flouride. Penelitian di China pun, menunjukkan pemberian dalam dosis rendah bisa menyebabkan berkurangnya kecerdasan anak.

Percobaan Dr. Phyllis Mullinex dari Institut Penelitian Forsyth Universitas Harvard terhadap tikus sampel yang mendapatkan flouride sebelum lahir akan terlahir sebagai anak hiperaktif dan akan tetap seperti itu sepanjang hidupnya, sedangkan yang diberi flouride ketika berusia muda menunjukkan aktivitas yang depresif.

Penggunaan Flouride selama kehamilan hingga setahun meningkatkan 1 persen ketidakmampuan belajar pada anak-anak (penelitian Universitas Florida Selatan). Hal itu dimungkinkan karena Flouride memiliki pengaruh negatif pada sistem syaraf dan sistem kekebalan tubuh, dan pada anak-anak dapat mengarah pada kelelahan kronis, IQ yang rendah, tidak mampu belajar, kelesuan dan depresi. Phyllis Mullenix menerbitkan laporan penelitian yang menunjukkan bahwa flouride lebih efektif daripada timah dalam menurunkan tingkat IQ pada anak-anak.

Atas kesadaran akan bahaya flouride, pada Agustus 2002, Belgia menjadi negara pertama di dunia yang melarang penggunaan berbagai suplemen flouride, tablet, obat tetes, permen karet, dan lain-lain, karena dianggap beresiko besar bagi kesehatan fisik maupun mental. Keputusan ini dikeluarkan Menteri Kesehatan Masyarakat Federal.

Kini, sudah 98 persen wilayah Eropa Barat telah menolak penggunaan flouridasi air, seperti yang dilakukan di negara Austria, Denmark, Prancis, Italia, Luxembourgh, Jerman, Belanda, Finlandia, Swedia dan Norwegia. Sejumlah negara nampaknya akan menyusul, namun di Indonesia, sepertinya masalah ini tidak dianggap serius.

Menanggapi bahaya zat flouride, DR. drg. Sony SP.Ort, Kepala Departemen Litbang Laboratorium Kedokteran Gigi (LADOGI) Jakarta menjelaskan bahwa asal penggunaan zat flouride sesuai dengan dosis atau takaran yang dibutuhkan, tidak berbahaya. "Karena flour adalah zat yang juga diperlukan. Sama juga dengan zat-zat yang lain, seperti morfin diperlukan untuk pengobatan," ujarnya kepada Era Baru.

(Dari berbagai sumber antara lain: http://www.fluoridedebate.com, dan http://www.all-natural.com)